Monday, March 24, 2008
Thursday, February 21, 2008
Terowongan Beos dibuka
Pengguna busway dari arah Stasiun Kota atau Museum Bank Mandiri memiliki akses khusus melalui ramp melingkar menuju halte Transjakarta. Fasilitas yang disediakan di antaranya kamar kecil, musala, lift untuk penyandang cacat, pendingin udara dan lampu. Warta Kota melaporkan bahwa papan penunjuk arah dan keterangan mengenai pintu atau jalur keluar-masuk perlu ditambah di beberapa lokasi strategis dan perlu diperhitungkan letaknya agar lebih mudah dilihat pejalan kaki. Dilaporkan bahwa puluhan pejalan kaki tampak kehilangan arah dan terpaksa bertanya kepada petugas mengenai akses yang harus diambil untuk ke stasiun Beos atau halte Transjakarta. Detikcom melaporkan terowongan Beos telah memasuki tahap ke empat anggaran. Sejak 2005 tahap kesatu memakan dana Rp 8,4 miliar, tahap kedua Rp 14,4 miliar dan ketiga Rp 16,9 miliar. Jika disetujui pada tahap ke empat akan dianggarkan Rp 8 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan lift taman dan finishing. Sosialisasi akan dilakukan oleh petugas yang berjaga di TPO tersebut. "Nanti petugasnya yang ngomong ke orang lewat untuk melewati TPO tersebut," ujar Nurrachman, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. [Foto: Suara Pembaruan]Mulai Rabu (20/2) fasilitas baru yang membuat pejalan kaki nyaman dan aman ini dibuka sesuai jam operasi bus Transjakarta.
Walaupun belum selesai sepenuhnya, terowongan sudah bisa berfungsi. Para pejalan kaki dan penumpang Transjakarta diarahkan untuk menggunakan terowongan, tidak lagi menyeberang di depan Stasiun Kota maupun Jalan Pintu Besar Selatan.
Penggunaan terowongan Beos dilakukan setelah inspeksi Fauzi Bowo. Terowongan memiliki tiga pintu masuk dan keluar terletak di Stasiun KA Jakarta Kota, di halte Transjakarta Kota, dan di depan Museum Bank Mandiri (Jalan Pintu Besar Selatan). Para pejalan kaki dari arah Stasiun Kota dan Pintu Besar Selatan bisa aman menyeberang bebas ancaman kendaraan bermotor melalui terowongan yang merentang sekitar 100 meter itu.
Kepala Subdinas Teknik Lalu Lintas Jalan Dishub DKI, Muhammad Akbar mengatakan, untuk sementaraterowongan terbuka sesuai jam operasi Transjakarta, jika seluruh bangunan selesai, fasilitas itu akan dibuka 24 jam penuh. Saat ini dilakukan pembuatan peneduh dan ornamen pelengkap. Sekitar Rp 5 miliardianggarkan untuk keperluan tersebut.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
10:12 AM
0
comments
Labels: kota, terowongan
Tuesday, February 19, 2008
TPO Beos siap dioperasikan
JAKARTA (SINDO) – Tempat penyeberangan orang (TPO) di Stasiun Jakarta kota yang akrab disebut Beos mulai beroperasi. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meninjau langsung lokasi tersebut, sore tadi. Selain itu, Gubernur juga akan mengunjungi jembatan Kota Intan serta meresmikan Pencahayaan Kota Tua dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nurrachman menegaskan, kunjungan Gubernur tersebut dimaksudkan untuk melihat langsung bagaimana kondisi terakhir TPO. Meski demikian, dia mengaku belum dapat memastikan apakah Gubernur akan meresmikan langsung atau tidak TPO tersebut. ’’TPO itu sudah siap dioperasikan,” tuturnya kepada SINDO pukul 10.00 WIB, pagi tadi.
Dia menambahkan, pembangunan TPO Beos itu sudah rampung. Bahkan, saat ini pihaknya melengkapi TPO Beos itu dengan instalasi listrik untuk pendingin udara, lift, serta ornamen dinding. TPO yang terletak di depan Stasiun KA Jakarta Kota atau Beos telah dikerjakan sejak 2005 dengan dana Rp42 miliar. (edy gustan)
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
2:03 PM
0
comments
Thursday, January 24, 2008
TPO Beos hampir selesai
Pembangunan Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) di depan Stasiun Kota atau Beos yang dikerjakan sejak 2005 saat ini telah memasuki tahap pengerjaan akhir.
TPO Beos dibangun dengan dana sebesar Rp 42 miliar untuk mengurangi kemacetan serta memudahkan mobilitas masyarakat menuju Stasiun Beos dari arah bank Mandiri dan Halte Transjakarta.
“Pembangunan fisiknya sudah mencapai 86 persen,” ujar Udar Pristono, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kamis (24/1).
Saat ini tengah dilakukan pemasangan instalasi listrik untuk pendingin udara, lift serta ornamen dinding,
“Di kawasan Kota setiap jamnya melintas 2.000 kendaraan sedangkan warga yang melintas untuk menyeberangi jalan baik dari arah Bank Mandiri, halte TransJakarta dan Stasiun Kota mencapai 1.300 orang per jam. Dan Kondisi itu tentu saja menyebabkan kemacetan dan risiko kecelakaan yang tinggi,” ujarnya.
Panjang terowongan 108 meter dengan lebar delapan meter dan tinggi tiga meter, akan dilengkapi kantor dan tempat istirahat pramudi TransJakarta, gerai-gerai komersial terbatas serta displai temuan peninggalan sisa balok kayu rel trem masa lalu saat proses penggalian TPO dilakukan.
Pristono menambahkan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Pertamanan untuk pengelolaan taman dan air mancur di TPO Beos.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
12:15 AM
0
comments
Saturday, December 29, 2007
Denah rute koridor 1
Koridor 1
Kota - Blok M
1 Kota - stasiun Kereta Api dan KRL Jabodetabek
2 Glodok
3 Olimo
4 Mangga Besar
5 Sawah Besar
6 Harmoni Central Busway transit untuk pindah koridor 2 (Harmoni - Pulo Gadung) dan koridor 3 (Kali Deres - Pasar Baru)
7 Monumen Nasional
8 Bank Indonesia
9 Sarinah
10 Bundaran HI
11 Tosari
12 Dukuh Atas 1 transit untuk pindah koridor 4 (Dukuh Atas 2 - Pulo Gadung) dan Stasiun Sudirman (Kereta Api menuju Tanah Abang)
13 Setiabudi
14 Karet
15 Bendungan Hilir
16 Polda Metro Jaya
17 Gelora Bung Karno
18 Bundaran Senayan
19 Masjid Agung
20 Blok M - terminal bus dalam kota menuju ke berbagai arah.
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
12:50 AM
1 comments
Labels: map
Thursday, November 1, 2007
Friday, October 19, 2007
Kondisi Oktober 2007
Belum lima tahun usia koridor 1. Kondisi lajur, halte, bus dll menunjukkan sampai dimana kemampuan kita mengurus layanan publik.
Selengkapnya di DetikFoto. Foto: Bayu Suta
Posted by
Bataviase Nouvelles
at
9:06 PM
0
comments


