Wednesday, September 19, 2007

JET tidak profesional

Pemprov DKI akan Kaji Kerja Sama BLU dengan PT JET

Gubernur DKI Sutiyoso mengungkapkan pemerintah akan mengkaji usulan DPRD DKI yang meminta kerjasama Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta dengan PT Jakarta Ekspress Trans (JET) ditinjau ulang. Namun, di sisi lain pemerintah menghormati kontrak perjanjian antar kedua organisasi tersebut yang berakhir hingga tahun 2011.

''Kalau memang ada alasan yang pas untuk memutus hubungan kerja sama antara BLU dengan PT JET, bisa saja hal itu dilakukan,'' ujar Sutiyoso di Jakarta, Selasa (18/9). Pernyataan Sutiyoso diungkapkan menjawab pertanyaan apakah pemerintah berani mengambil sikap tegas mengevaluasi kerjasama BLU dengan PT JET. Ini terkait penilaian kinerja PT JET sudah tidak profesional. ''Akan saya cek dulu bagaimana kerja sama itu,'' tambahnya.

Kepala BLU TransJakarta, Dradjad Adyaksa, mengatakan sangat mungkin kerja sama dengan PT JET bisa diakhiri. ''Tapi kontrak kami sampai 2011, jadi kalau berhenti atau tetap lanjut setelah tahun akhir kontrak,'' paparnya. Karena itu, lanjutnya, yang mungkin bisa dilakukan saat ini adalah mengevaluasi aturan dan kebijakan yang dimiliki PT JET terhadap pramudi (sopir) dan karyawan lain.

Tindakan PT JET memecat pramudi Pupud secara sepihak menyebabkan Komisi E DPRD DKI Jakarta berang dan menganggap keputusan itu sebagai bentuk kesewenang-wenangan terhadap para pramudi dan pegawai. Komisi E bahkan mengusulkan supaya Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mengkaji ulang kerjasama BLU dengan PT JET. Bahkan, sejumlah anggota Komisi E mendesak supaya kerjasama itu dicabut karena merugikan anggaran.

Sutiyoso juga menyayangkan tindakan PT JET yang gegabah memecat pramudi, Pupud Saripudin, hanya alasan melakukan tindakan menyalip tiga bus TransJakarta pada 20 Agustus 2007 lalu di sepanjang Halte Olimo menuju halte Harmoni (tujuan Blok M). ''Kalau cuma menyalip doang, nggak tepat dipecat. Mungkin perlu diberi peringatan dulu kecuali kalau sopirnya benar-benar brengsek,'' tutur Sutiyoso. [n zak] REPUBLIKA --

Read More...

Wednesday, September 12, 2007

22 pramudi mogok

Tindak Tegas Pengemudi Busway yang Brengsek
Penulis: Selamat Saragih

Gubernur DKI Sutiyoso minta kepada operator dan Badan Layanan Umum (BLU) Trans-Jakarta agar mengambil tindakan tegas, bahkan pemecatan bagi pengemudi busway yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik termasuk melakukan mogok kerja.

"Saya setengah mati membangun busway. Lowongan kerja tertutup jadi terbuka dan menerima maki-makian dari orang. Eh, sopirnya macam-macam. Pecat saja. Banyak orang antre mau jadi pengemudi busway," tegas Sutiyoso di Balai Kota DKI, Rabu (12/9).

Ia mengungkapkan hal ini menanggapi mogok 22 dari 225 sopir busway koridor I Blok M-Kota. Para sopir melakukan mogok sebagai bentuk solidaritas bagi rekan kerja mereka yang dipecat dan juga menuntut kenaikkan gaji.

Sutiyoso menyayangkan kenapa harus melakukan mogok kerja hanya untuk menyampaikan solidaritas terhadap rekannya dipecat. "Apakah teman mereka itu dipecat tanpa kesalahan. Tidak mungkin. Berarti sopir-sopir yang mogok sudah siap dipecat. Kalau soal tuntutan naik gaji 40% dari Rp1.050.000 gaji pokok, itu tergantung kemampuan keuangan PT Jakarta Ekspres Trans (JET) sebagai operator koridor I," ujar Sutiyoso.

Ia menambahkan, bagi pengemudi yang berprestasi sebaiknya diberikan penghargaan. Sebaliknya, berikan sanksi berat bagi sopir brengsek dan tidak berprestasi.

Menanggapi pernyataan Sutiyoso, Wakil Presdir PT JET Darius mengatakan belum bisa mengambil keputusan. Sebab, ada tiga kriteria pelanggaran di lingkup kerja operator yakni berat, sedang, dan ringan. Pelanggaran berat bisa dipecat. Tapi Darius mengaku belum tahu mogok apa masuk kategori berat.

"Nanti kita tanya dulu ke BLU Trans-Jakarta, apakah mogok itu masuk klasifikasi pelanggaran berat," ujar Darius.

Ia juga setuju soal pemberian penghargaan bagi pengemudi berprestasi. "Kita bicarakan nanti, karena ada sistem, aturan, dan ikatan mengenai apa yang boleh dan tidak," jelasnya. (Ssr/OL-06) MEDIA INDONESIA:

Pramudi TransJakarta Jurusan Blok M-Kota Berdemo

Bus TransJakarta koridor I jurusan Blok M-Kota, kemarin sore (12/9) mulai pukul 15.30 WIB berangsur normal. Sebelumnya sempat tersendat lantaran para pramudi melakukan aksi demo terkait adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) salah satu rekan mereka.

Manajer Operasional Badan Layanan Umum TransJakarta, Rene Nunumete, mengatakan aksi demo sempat terjadi pada pukul 13.00-14.00 WIB sehingga operasional koridor I selama beberapa lama agak terganggu. "Saat ini sudah berangsur normal dan kami juga mengerahkan bantuan dari koridor II dan koridor III," kata Rene.

Dia membenarkan informasi tentang alasan keberatan pramudi atas keputusan PT Jakarta Ekspres Trans (JET) yang memberhentikan pramudi bernama Puput (50) dengan alasan indisipliner.

Manajer Operasional PT JET, M Hutabarat, mengatakan Puput diberhentikan karena tidak memenuhi standar operasional pelayanan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. "Kami sudah menetapkan adanya standar operasional untuk peningkatan pelayanan transportasi namun yang bersangkutan tidak memenuhi itu antara lain dengan menunjukkan cara mengemudi yang ugal-ugalan. Kami sudah berikan surat peringatan hingga akhirnya surat PHK," kata dia. Meski demikian, Hutabarat menambahkan saat ini permasalahan itu sedang dinegosiasikan antara pengemudi dan perusahaan untuk dicarikan solusi yang terbaik.

Koridor I TransJakarta yang menghubungkan terminal Blok M dengan Stasiun Kota mulai beroperasi sejak tahun 2004, disokong dengan 91 unit armada bus dan 225 pramudi.

Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan tetap melaksanakan pembangunan busway koridor 8 jurusan Lebak Bulus-Harmoni. Walaupun masih terjadi pro-kontra dengan sebagian warga Pondok Indah, Dishub DKI merencanakan akan mulai membangun tiga koridor baru termasuk koridor 8 pada akhir bulan ini.

"Pembangunan tiga koridor baru akan mulai dilaksanakan pada akhir September ini," kata Wakil Kepala Dishub DKI, Udar Pristono, Selasa (11/9). Dishub DKI merencanakan ketiga koridor baru yang akan menggenapi koridor TransJakarta yang ada dan sudah dapat dioperasikan pada awal 2008. Dengan demikian di Jakarta terdapat 10 koridor TransJakarta.
(ant/bud )REPUBLIKA

Read More...

Friday, July 27, 2007

Hotspot di Dukuh Atas

Gubernur Sutiyoso kemarin meresmikan hotspot di halte Dukuh Atas2 (halte transit koridor 1 dan 4). Dengan hadirnya layanan hotspot, calon penumpang Transjakarta kini dapat menggunakan akses internet secara cuma-cuma.

Diinformasikan bahwa layanan ini tidak menggunakan dana pemerintah daerah melainkan merupakan bantuan dari provider penyedia jasa internet, U|NET dari PT Sistelindo Mitralintas. Akses cuma-cuma yang hanya berlangsung satu tahun ini bisa dimanfaatkan masyarakat umum dalam radius hingga 30 meter dari halte Dukuh Atas2.

Selain fasilitas hotspot, juga tersedia dua perangkat komputer untuk mengakses internet. Halte DukuhAtas2 dipilih sebagai proyek percontohan karena lokasinya di area pusat bisnis, di mana mampir sekitar 2.000 pengguna Transjakarta yang sebagian besar familiar dengan teknologi. Halte ini juga merupakan pertemuan jalur busway dan waterway. [foto: www.okezone.com]

Read More...

Thursday, July 19, 2007

Operator koridor 1

PT. Jakarta Express TransJakarta (JET) untuk koridor I
Jumlah ideal unit bus mencapai 130 unit, baru terealisir 91 unit.

PT JET ditunjuk sebagai perusahaan outsourcing (yang bertanggung jawab menyediakan pramudi, mekanik) untuk Koridor I (Blok M-Kota), merupakan gabungan dari lima perusahaan: PT Mayasari Bhakti, PT Bianglala, PT PPD, PT Steady Safe, dan PT Pahala Kencana.

Presiden Direktur Bubung Burhana
Wakil Presiden Direktur Darius Djana
Direktur Operasional, Umum dan Keuangan, Ibnu Susanto

Saat ini, jumlah pengemudi bus TransJakarta koridor I sebanyak 230 orang dan mereka dibagi dalam dua shift kerja untuk mengemudikan 82 armada. Berdasar slip gaji bulan Juli 2007, total gaji pramudi TransJakarta sebesar Rp 1.050.000.

Read More...

Monday, July 16, 2007

Busgandeng bulan Agustus?


Ini bukan bus gandeng TransJakarta, melainkan bus gandeng di Kanton, Cina.
Menurut Nurrachman, Kepala Dinas Perhubungan, bus gandeng akan mulai dioperasikan bulan Agustus nanti di koridor V, Ancol-Kampung Melayu. Setelah itu akan diterapkan di koridor I, Blok M-Kota. Kapasitas: 160-170 duduk, 40 berdiri.

Dikatakan bus-bus itu kini sedang menunggu Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dari Polda Metro Jaya.

Sepintar-pintarnya warga Jakarta, tetap perlu sedikit panduan untuk segala hal yang baru. Fotonya saja sulit didapat. Perlukah merekrut Public Relation Officer yang handal?


Yang ini adalah busgandeng yang beroperasi di Prancis. Produk Mercedes Benz model Citaro G, berbahan bakar gas dengan mesin Mercedes-Benz M 447 hLAG. Model untuk gambar judul blog ini, hanya sekedar ungkapan suatu harapan.

Bus-Way adalah sistem BRT di Nantes, Prancis (ga meributkan masalah arti bus dan arti way —seperti kereta dan api) , hanya satu koridor —koridor 4— dan 20 bus Citaro, mulai beroperasi sejak Nopember 2006. Koridor 4 panjangnya 8 kilometer dengan 15 halte, dari Nantes ke Porte de Vertou. Setiap harinya digunakan oleh sekitar 25.000 penumpang.

Busgandeng Citaro sepanjang 18 meter ini dicat iridium silver bergaris hitam dan kuning. Profilnya terinspirasi bentuk trem, panel di sisinya melewati atap untuk menutupi tanki gas. Di dalam ada enam kamera memantau pintu masuk, pintu keluar, area kursi roda dan interior secara keseluruhan. Juga ada empat denah rute Bus-Way, monitor 15 inci dan LED panel untuk iklan dan berita.
Ruang pramudi dan pintunya terisolasi dari area penumpang. Penumpang yang tidak memperoleh tempat duduk tidak akan bergelayutan, melainkan berpegang pada tiang-tiang yang ada di sandaran kursi.

Bus-Way Citaro bermesin Mercedes-Benz M 447 hLAG, dengan output 240 kW (326 tenaga kuda). Bahan bakarnya compressed natural gas (CNG), disimpan dalam tekanan 200 bar di delapan tanki yang terletak di atap, kapasitas 1.520 liter – cukup untuk sepanjang hari. Persneling otomatis dengan enam kecepatan.

Ini denah BusWay Nantes, ada empat fasilitas Park and Ride, tempat menitipkan mobil dan melanjutkan perjalan dengan bus. Ada empat belokan yang cukup merepotkan untuk busgandeng. Sabda nabi: bisa karena biasa.

Read More...

Saturday, May 12, 2007

Tidak nyaman

Pada hari Senin (30/4) yang lalu, saya berbelanja di ITC Roxy. Setelah selesai, sekitar pukul 16.30 WIB saya pulang. Biasanya langsung naik Kopami 12 ke arah Senen kemudian dilanjutkan ke arah Lebakbulus dan turun di Buncit Raya

Untuk menghindari kemacetan, saya menggunakan jasa busway dari Jelambar dengan maksud agar dapat pulang lebih cepat walaupun harus berganti-ganti bus dan menempuh jarak yang agak jauh. Dari halte Jelambar saya begitu menikmati perjalanan sampai Harmoni. Begitu turun dan ketika akan menaiki busway yang ke arah Blok M saya harus mengikuti antrean yang begitu panjang dan dorongan dari belakang ketika busway berhenti.

Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya saya dapat menaiki busway ke arah Blok M dengan berdiri dan turun di dukuh atas. Saya menghadapi masalah yang sama, harus antre berdesakan, menunggu lama, dan naik berdiri busway jurusan Pulau Gadung.

Kejadian tidak nyaman terus saya alami sampai di Pecenongan. Ketika hendak turun dan melanjutkan ke arah Ragunan, halte sudah penuh dan saya turun berdesakan dengan penumpang lain menuju arah yang sama. Setelah menunggu setengah jam, busway koridor VI yang saya tunggu tidak kunjung tiba.

Kemudian busway datang tepat behenti pada pintu yang telah dipenuhi penumpang yang akan naik, akibatnya penumpang yang akan turun tidak dapat turun karena tertahan oleh penuhnya penumpang yang antre akan naik. Hal ini membuat suasana gaduh dan keributan layaknya di pasar. Sekitar satu jam kemudian saya baru dapat menaiki busway berdesakan, berdiri, dan dengan gaya sopir lintas trans sumatera yang ngebut dan selalu ngerem mendadak.
Saya harap pihak busway memperhatikan aspek kenyamanan penumpang, sehingga kejadian ini tidak saya alami lagi.

Gozali
Jl Warung Jati RT 03/09
Kalibata, Pancoran
Jakarta Selatan 12790
Republika Online

Read More...

Friday, May 11, 2007

Halte dan mall

Mall di Jakarta
Mall atau mal?. Sebut saja disini mall. Mall = Plaza.
Pernah singgah ke berbagai mall di Jakarta? Deretan mall tersebut ada di sepanjang perhentian Halte busway. Disini saya sebutkan beberapa: Mall Plaza Indonesia, Mall Senayan City, Plaza Senayan, STC Senayan, Sarinah Plaza, Ratu Plaza, Mall Semanggi, Ex Plaza, Pondok Indah Mall, Blok M Plaza. Semua tempat tersebut pernah saya kunjungi. Sometimes I have lunch at those mall.

Bagaimana tidak masyarakat Jakarta menjadi hobby shopping, naiklah dari halte busway Stasiun Kota, lalu berhenti di Halte Sarinah anda langsung dapat menuju Sarinah Plaza, Halte Bendungan Hilir ada Plaza Semanggi, Halte Bunderan Hotel Indonesia ada Plaza Indonesia dan Ex Plaza, Halte Blok M ada Blok M Plaza, Halte Bunderan Senayan ada Senayan City dan Plaza Senayan. Sangat mudah untuk mencapainya bukan? [foto: BauIng]

[more]

Read More...