Friday, May 11, 2007

Halte dan mall

Mall di Jakarta
Mall atau mal?. Sebut saja disini mall. Mall = Plaza.
Pernah singgah ke berbagai mall di Jakarta? Deretan mall tersebut ada di sepanjang perhentian Halte busway. Disini saya sebutkan beberapa: Mall Plaza Indonesia, Mall Senayan City, Plaza Senayan, STC Senayan, Sarinah Plaza, Ratu Plaza, Mall Semanggi, Ex Plaza, Pondok Indah Mall, Blok M Plaza. Semua tempat tersebut pernah saya kunjungi. Sometimes I have lunch at those mall.

Bagaimana tidak masyarakat Jakarta menjadi hobby shopping, naiklah dari halte busway Stasiun Kota, lalu berhenti di Halte Sarinah anda langsung dapat menuju Sarinah Plaza, Halte Bendungan Hilir ada Plaza Semanggi, Halte Bunderan Hotel Indonesia ada Plaza Indonesia dan Ex Plaza, Halte Blok M ada Blok M Plaza, Halte Bunderan Senayan ada Senayan City dan Plaza Senayan. Sangat mudah untuk mencapainya bukan? [foto: BauIng]

[more]

Read More...

Sunday, December 10, 2006

Tiga tahun kemudian

Upaya Merawat Fasilitas Busway Masih Minim

Seorang perempuan hendak melintas. Ia harus berhati-hati. Alisnya mengerenyit. Kakinya dijulurkan untuk mengira-ngira apakah jangkauannya cukup untuk menyeberangi jembatan penyeberangan orang (JPO) yang rangkaiannya kehilangan satu lempengan. Setelah berhasil menapakkan kakinya ke lempengan berikutnya perempuan itu menarik napas. Lega rasanya.

"Takut juga harus melewati jembatan yang bolong," ujar perempuan itu. Ibu Hasan namanya. "Tapi bagaimana lagi, naik busway menghemat waktu dibanding naik bus biasa."

JPO yang menghubungkan halte busway dengan penumpang setiap hari dilewati banyak orang. Namun, terkadang penumpang busway harus bersabar dan berhati-hati, seperti Ibu Hasan. Tidak hanya kerap kehilangan lempengan untuk melintas di tangga, tapi kondisi fisik jembatan yang tidak bersih juga menjadi bagian dari aktivitas ber-busway.

Setelah hampir dua tahun beroperasi, yakni sejak bus TransJakarta berjalan pada 15 Januari 2004, keindahan jembatan dan halte busway berkurang. Di Halte Bendungan Hilir misalnya, lempengannya mulai melengkung. Cat warna perak yang membalut pegangan jembatan pudar hingga memperlihatkan warna asli kerangka fisik jembatan.

Halte busway lain yang juga tampak kumuh adalah Sarinah. Di halte ini bahkan terdapat fasilitas lift untuk mempermudah perjalanan penumpang yang sudah berumur atau memiliki keterbatasan fisik. Sayangnya, lift itu lebih banyak terlihat tidak berfungsi.

Tulus Abadi, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, mengatakan sudah pernah mengingatkan Dinas Perhubungan untuk terus melakukan perawatan secara berkelanjutan terhadap sarana dan prasarana busway. Penumpang berada dalam kondisi yang berbahaya apabila salah satu bagian dari sarana atau prasarana itu tidak berfungsi optimal.

Menurut Tulus, perawatan yang tidak dilakukan secara berkala bukan karena anggaran yang kurang atau tidak ada. Tapi lebih karena faktor karakter birokrasi pejabat publik Indonesia yang belum baik. "Jadi cuma semangat di awal tapi kemudian merosot," ujar dia.

Ia mengatakan kultur pelayanan publik oleh dinas dan pengelola busway lemah. Mereka, sambungnya, tidak memiliki visi melayani konsumen dengan sempurna. Pejabat publik di Indonesia belum terbiasa mengelola utilitas umum. Selain itu, lanjut Tulus, kendurnya semangat mengelola busway terjadi karena ada unsur proyek dalam pengerjaan angkutan umum tersebut.

Dinas terkait serta pengelola busway harus bekerjasama melakukan perawatan sarana dan prasarana. "Bisa jadi perawatan terhadap fasilitas lemah karena tidak ada pengawasan yang kuat," katanya.

Upaya merawat sarana dan prasarana busway tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pengelola. Pengguna pun memiliki tanggung jawab. Sayangnya semangat merawat sarana dan prasarana belum dimiliki konsumen.

Pengguna busway masih belum terbiasa dengan kultur baru yang tercipta dari adanya bus model baru di Indonesia ini. Kebiasaan untuk bertransportasi publik dengan perilaku yang lebih beradab belum terintegrasi dalam jiwa warga Jakarta .

"Mereka masih tidak sabar. Terburu-buru masuk ke dalam bus tanpa mempersilakan penumpang yang hendak keluar lebih dulu. Tapi ini kultur baru yang membutuhkan perubahan perilaku konsumen," tutur dia.

Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), F Trisbiantara, mengatakan kondisi sarana dan prasarana busway yang baru berusia hampir dua tahun tapi sudah `keropos' itu memang patut dipertanyakan. Menurut dia, pengecekan kesesuaian spesifikasi fisik barang diperlukan. "Apakah telah sesuai perjanjian pengerjaan dulu," katanya.

Lempengan jembatan penyeberangan orang menggunakan metode pemakuan mati. Bukan disekrup. "Justru itu bisa bolong. Kenapa?," tanya dia. Trisbiantara kemudian menyarankan dilakukannya audit teknis atas kesesuaian spesifikasi.

Namun, kondisi jembatan atau halte yang mulai tidak sesempurna ketika baru dibangun tidak luput dari faktor kondisi armada yang belum beroperasi 100 persen di koridor II dan III. Sehingga jumlah penumpang per satuan unit bus menumpuk. Akibatnya beban yang harus ditanggung halte otomatis jadi berlebihan. "Ini yang mengakibatkan kerusakan sebelum waktu."

Trisbiantara lantas mempertanyakan apakah faktor itu sudah diperhitungkan dan diantisipasi dalam membangun sarana dan prasarana. "Jangan menutup mata dari kemungkinan itu," sambung dia. Kemungkinan bahwa beban yang ditimbulkan akibat belum beroperasi secara penuh seluruh armada busway berpotensi merusak sarana dan prasarana sebelum waktunya.

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah pengerjaan proyek busway yang tergesa-gesa. (ind - republika)

Read More...

Friday, October 27, 2006

Lift halte Sarinah (2)

Setelah mangkrak lebih dari dua tahun, akhirnya lift di halte Busway Sarinah, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat berfungsi. Lift yang hanya ada di halte tersebut telah dibangun sejak tahun 2003 itu seharusnya berfungsi bersamaan dengan mulai dioperasikannya busway koridor I pada awal tahun 2004.

“Sudah difungsikan sejak bulan puasa, sekitar tanggal 13 Oktober,” tutur petugas halte busway, Nurochman kepada Tempo, Jumat (27/10). Ia menambahkan, sebelumnya lift juga sudah pernah berfungsi, hanya saja kadangkala mati karena gangguan tenaga listrik.

Menurut Nurochman, lift berukuran 2,5x2,5 meter itu diprioritaskan bagi penyandang cacat, ibu hamil, dan masyarakat yang berusia lanjut (manula). Namun, lanjutnya, masyarakat yang lain juga diperkenankan memanfaatkannya.

Seperti hari ini, seorang perempuan muda tampak masuk ke dalam lift yang berada di bagian tengah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Ia kemudian keluar dari pintu lift yang terdapat di area halte busway. “Bagus, jadi lebih praktis, daripada harus berjalan,” kata Asri, 21 tahun.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman mengemukakan keberadaan lift tersebut adalah hasil kerjasama dengan pihak ke-tiga yakni pengiklan. Sebab biaya pembangunan, pengoperasian, dan perawatanlift cukup besar. “Tapi saya kurang tahu perusahaan apa,” katanya ketika dihubungi Tempo melalui telephon. [Indriani Dyah S - TEMPO] Foto: Kodok Ngerock

Read More...

Wednesday, April 19, 2006

Ketika Harmoni dibenahi

gara-gara halte harmoninya ga di beres-beresin
penumpang yg pengen pindah jalur jadi kusut dimana-mana :D

contohnya:

1. dari blok m ke kalideres, musti turun di halte sawah besar, trus ikut antrian lagi di pintu halte itu juga. (hati-hati bisa-bisa tabrakan dengan penumpang lain yg juga keluar masuk di pintu halte ini)

2. dari kalideres ke kota, sama juga turun & pindah bis di halte sawah besar.

3. dari kalideres ke blok m, turun di sawah besar, nyebrang sungai (masih satu halte sih), trus naek yg ke arah blok m

4. dari kota ke kalideres: turun di halte sawah besar, nyebrang sungai, naik bus yg ke kalideres

5. dari kota ke pulogadung: turun di monas, pidah ke bus yg arah pulogadung

6. dari pulogadung ke blok m: turun di monas, pindah ke bus yg arah blok m


dua perpindahan penumpang yg paling ruwet: dari pulogadung ke kota dan dari blok m ke pulogadung gw ceritain besok aja. dah ngantuk nih
slipi dulu deh :D

Read More...

Friday, March 24, 2006

Halte Bank Indonesia

Read More...

Friday, March 17, 2006

Lift halte Sarinah

Tiga unit lift di halte busway Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakpus, sampai saat ini belum berfungsi setelah selesai dibangun dua tahun lalu. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, Jumat (17/3), mengatakan pengoperasian tiga unit lift masih menunggu keluarnya surat keterangan surat keselamatan kerja dari Departemen Tenaga Kerja.

Proses pengurusan sertifikat sedang berlangsung, namun belum diketahui kapan akan dikeluarkan. Menurut Pristono, ketiga unit lift itu sudah pernah diuji coba. Ia menjelaskan, karena berada di tempat terbuka, persyaratan pengoperasian lift itu berbeda jika lift berada di dalam ruangan atau gedung.

Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2003, sebelum busway koridor I beroperasi, berencana membangun sejumlah unit lift di halte busway Sarinah dan halte busway Ratu Plaza. Pembangunan dibiayai pihak swasta dengan kompensasi titik iklan di koridor busway.

Asisten Administrasi Pembangunan DKI Jakarta saat itu, Irzal Jamal, mengatakan biaya pembangunan satu unit lift Rp1,5 miliar. Namun yang akhirnya dibangun hanya di halte busway Sarinah. Pembangunan lift di halte busway betujuan untuk membantu penumpang yang memiliki cacat fisik.

Saat ini kondisi lift di halte busway Sarinah tampak tidak terurus. Selain dipenuhi sampah, di depan pintu lift sering menjadi tempat mangkal pengemis dan gelandangan. [Kompas] Foto: Kodok Ngerock

Read More...

Friday, February 24, 2006

Kutunggu di halte Tosari

Setelah ngobrolin kapan waktu ketemuan yg enak sama Iwan gak ketemu ketemu ajah, tiba tiba sehabis magrib ada ide buat ketemuan di halte busway tosari yang mana seharusnya (gw ga tau kantornya iwan arah mana) karena hotel gw nginep dan rumah kos nya iwan deket kita bisa ketemuan ajah di salah satu halte yg deket deket situ. 


Kebetulan Halte Tosari adalah tempat gw turun dan naek kalo dari dan ke kantor.

Iwan pun menyanggupi, masih dengan keraguan sebenarnya karena biasanya nunggu busway di sawah besar itu luar biasa lamanya. 
Gak pa pa gw bilang siapapun yg duluan mesti nungguin. 
Ok. jadi deh. 
Tadinya ga niat mau kemana mana sih, hanya ketemuan di halte tapi tiba tiba iwan bilang tapi ntar makan ya lapar banget nih. :D 
Iwan gitu lho si paman gembul satu itu memang doyan makan hihihihihihihi. ya udah kalo gitu kubawain roti deh buat ganjel lapar adik satu itu. [lanjut ke blognya puji]

Read More...