Saturday, April 5, 2008

Halte Sarinah kini...

Tadi saya abis main-main ke Sarinah. Sedih banget deh lihat halte ini yang dulu pernah jadi kebanggaannya busway. Ketiga lift yang ada sudah tidak berfungsi total, bahkan terdapat vandalisme di pintu lift. Lampu di dalam halte mati, jadilah halte ini dinobatkan sebagai halte busway tergelap.

Belum lagi di JPO ada beberapa peminta sumbangan dan pengemis yang makin membuat kumuh. Gak cuma halte Sarinah, halte lain juga masih kurang perawatannya. Contohnya Harmoni, di pintu masuk arah Pulogadung yang baru, banyak sarang laba-laba.

Tadi iseng-iseng ngitungin laba-labanya waktu lagi ngantri, ada sampai belasan lho jumlahnya, kebayang gak tuh kalo laba-labanya jatuh ke atas ibu-ibu...

Agak melenceng dikit nih dari topik, tapi terus terang saya agak terganggu dengan peminta sumbangan. Mungkin masih bisa ditoleransi kalo di JPO, tapi sekarang minta sumbangannya kok malah masuk-masuk ke SWPA? Sudah beberapa kali nih saya lihat peminta sumbangan di SWPA Dukuh Atas & Senen.

[Ratri Wibowo di suaratransjakarta]

Read More...

Friday, March 28, 2008

Perubahan sementara di Koridor-1

Karena perbaikan jalur, maka beberapa halte tidak bisa difungsikan:

Halte HI arah Blok M
Untuk Blok M, naik ke arah Kota, turun di BI untuk naik ke arah Blok M

Halte Sarinah arah Kota
Untuk menuju Kota, naik ke arah Blok M, turun di Tosari baru naik ke arah Kota

Halte Kota
Untuk ke arah Blok M naik melalui halte kedatangan, tiket diserahkan ke petugas yang menjaga di halte kedatangan. Bagi penumpang yang turun di Kota tetap turun di halte kedatangan.

Read More...

Wednesday, March 26, 2008

Perubahan di Harmoni

Pagi tadi di HCB cukup banyak para pengguna busway kebinggungan sendiri, dirubahnya semua pintu koridor tanpa adanya petunjuk yang jelas, menyebabkan banyak pengguna yang bingung,

  • pintu koridor 1 arah blok m dipindahkan ke pintu koridor 3,
  • pintu keberangkatan koridor 2 dipindahkan dipintu koridor 1 arah kota(yang lama) dan
  • pintu keberangkatan koridor 3 pindah ke pintu koridor 1 arah kota ( yang baru eks.pintu koridor 2 kedatangan).

Perubahan yang dilakukan pihak BLU sama sekali tidak memberi solusi yang baik terhadap layanan yang ada di HCB, sudah seharusnya beban koridor di HCB di kurangi.

Seperti yang pernah kita usulkan sebelumnya, ada baiknya pihak BLU segera merealisasikan kepindahan Halte Transit Koridor 2, memang ini butuh waktu dan proses serta dana yang tidak sedikit, semakin lama ditunda maka efek yang terjadi di HCB semakin tidak manusiawi, memindahkan Halte Transit Koridor 2 ke Monas itu salah satu solusi yang cukup baik dan bijak, apa yang akan terjadi bila beban HCB melebihi dari kapasitas, apa harus ada korban dahulu..???
Salam

ismail majid di suaratransjakarta

Read More...

Monday, March 24, 2008

Halte Bundaran HI

Read More...

Thursday, February 21, 2008

Terowongan Beos dibuka

Mulai Rabu (20/2) fasilitas baru yang membuat pejalan kaki nyaman dan aman ini dibuka sesuai jam operasi bus Transjakarta.
Walaupun belum selesai sepenuhnya, terowongan sudah bisa berfungsi. Para pejalan kaki dan penumpang Transjakarta diarahkan untuk menggunakan terowongan, tidak lagi menyeberang di depan Stasiun Kota maupun Jalan Pintu Besar Selatan.

Penggunaan terowongan Beos dilakukan setelah inspeksi Fauzi Bowo. Terowongan memiliki tiga pintu masuk dan keluar terletak di Stasiun KA Jakarta Kota, di halte Transjakarta Kota, dan di depan Museum Bank Mandiri (Jalan Pintu Besar Selatan). Para pejalan kaki dari arah Stasiun Kota dan Pintu Besar Selatan bisa aman menyeberang bebas ancaman kendaraan bermotor melalui terowongan yang merentang sekitar 100 meter itu.

Pengguna busway dari arah Stasiun Kota atau Museum Bank Mandiri memiliki akses khusus melalui ramp melingkar menuju halte Transjakarta. Fasilitas yang disediakan di antaranya kamar kecil, musala, lift untuk penyandang cacat, pendingin udara dan lampu.

Warta Kota melaporkan bahwa papan penunjuk arah dan keterangan mengenai pintu atau jalur keluar-masuk perlu ditambah di beberapa lokasi strategis dan perlu diperhitungkan letaknya agar lebih mudah dilihat pejalan kaki. Dilaporkan bahwa puluhan pejalan kaki tampak kehilangan arah dan terpaksa bertanya kepada petugas mengenai akses yang harus diambil untuk ke stasiun Beos atau halte Transjakarta.

Kepala Subdinas Teknik Lalu Lintas Jalan Dishub DKI, Muhammad Akbar mengatakan, untuk sementaraterowongan terbuka sesuai jam operasi Transjakarta, jika seluruh bangunan selesai, fasilitas itu akan dibuka 24 jam penuh. Saat ini dilakukan pembuatan peneduh dan ornamen pelengkap. Sekitar Rp 5 miliardianggarkan  untuk keperluan tersebut.

Detikcom melaporkan terowongan Beos telah memasuki tahap ke empat anggaran. Sejak 2005 tahap kesatu memakan dana Rp 8,4 miliar, tahap kedua Rp 14,4 miliar dan ketiga Rp 16,9 miliar. Jika disetujui pada tahap ke empat akan dianggarkan Rp 8 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan lift taman dan finishing. Sosialisasi akan dilakukan oleh petugas yang berjaga di TPO tersebut. "Nanti petugasnya yang ngomong ke orang lewat untuk melewati TPO tersebut," ujar Nurrachman, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. [Foto: Suara Pembaruan]

Read More...

Tuesday, February 19, 2008

TPO Beos siap dioperasikan

JAKARTA (SINDO) – Tempat penyeberangan orang (TPO) di Stasiun Jakarta kota yang akrab disebut Beos mulai beroperasi. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meninjau langsung lokasi tersebut, sore tadi. Selain itu, Gubernur juga akan mengunjungi jembatan Kota Intan serta meresmikan Pencahayaan Kota Tua dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nurrachman menegaskan, kunjungan Gubernur tersebut dimaksudkan untuk melihat langsung bagaimana kondisi terakhir TPO. Meski demikian, dia mengaku belum dapat memastikan apakah Gubernur akan meresmikan langsung atau tidak TPO tersebut. ’’TPO itu sudah siap dioperasikan,” tuturnya kepada SINDO pukul 10.00 WIB, pagi tadi.

Dia menambahkan, pembangunan TPO Beos itu sudah rampung. Bahkan, saat ini pihaknya melengkapi TPO Beos itu dengan instalasi listrik untuk pendingin udara, lift, serta ornamen dinding. TPO yang terletak di depan Stasiun KA Jakarta Kota atau Beos telah dikerjakan sejak 2005 dengan dana Rp42 miliar. (edy gustan

Read More...

Thursday, January 24, 2008

TPO Beos hampir selesai

Pembangunan Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) di depan Stasiun Kota atau Beos yang dikerjakan sejak 2005 saat ini telah memasuki tahap pengerjaan akhir.
TPO Beos dibangun dengan dana sebesar Rp 42 miliar untuk mengurangi kemacetan serta memudahkan mobilitas masyarakat menuju Stasiun Beos dari arah bank Mandiri dan Halte Transjakarta.

“Pembangunan fisiknya sudah mencapai 86 persen,” ujar Udar Pristono, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kamis (24/1).

Saat ini tengah dilakukan pemasangan instalasi listrik untuk pendingin udara, lift serta ornamen dinding,
“Di kawasan Kota setiap jamnya melintas 2.000 kendaraan sedangkan warga yang melintas untuk menyeberangi jalan baik dari arah Bank Mandiri, halte TransJakarta dan Stasiun Kota mencapai 1.300 orang per jam. Dan Kondisi itu tentu saja menyebabkan kemacetan dan risiko kecelakaan yang tinggi,” ujarnya.

Panjang terowongan 108 meter dengan lebar delapan meter dan tinggi tiga meter, akan dilengkapi kantor dan tempat istirahat pramudi TransJakarta, gerai-gerai komersial terbatas serta displai temuan peninggalan sisa balok kayu rel trem masa lalu saat proses penggalian TPO dilakukan.

Pristono menambahkan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Pertamanan untuk pengelolaan taman dan air mancur di TPO Beos.

Read More...

Saturday, December 29, 2007

Denah rute koridor 1

Koridor 1
Kota - Blok M

1 Kota - stasiun Kereta Api dan KRL Jabodetabek

2 Glodok
3 Olimo
4 Mangga Besar
5 Sawah Besar

6 Harmoni Central Busway transit untuk pindah koridor 2 (Harmoni - Pulo Gadung) dan koridor 3 (Kali Deres - Pasar Baru)

7 Monumen Nasional
8 Bank Indonesia
9 Sarinah
10 Bundaran HI
11 Tosari

12 Dukuh Atas 1 transit untuk pindah koridor 4 (Dukuh Atas 2 - Pulo Gadung) dan Stasiun Sudirman (Kereta Api menuju Tanah Abang)

13 Setiabudi
14 Karet
15 Bendungan Hilir
16 Polda Metro Jaya
17 Gelora Bung Karno
18 Bundaran Senayan
19 Masjid Agung
20 Blok M - terminal bus dalam kota menuju ke berbagai arah.

Read More...

Thursday, November 1, 2007

Ruas mixed-traffic

Sepanjang ruas Jalan Trunojoyo dari Jl Hasanudin hingga CSW

Read More...

Friday, October 19, 2007

Kondisi Oktober 2007

Belum lima tahun usia koridor 1. Kondisi lajur, halte, bus dll menunjukkan sampai dimana kemampuan kita mengurus layanan publik.
Selengkapnya di DetikFoto. Foto: Bayu Suta

Read More...

Wednesday, September 19, 2007

JET tidak profesional

Pemprov DKI akan Kaji Kerja Sama BLU dengan PT JET

Gubernur DKI Sutiyoso mengungkapkan pemerintah akan mengkaji usulan DPRD DKI yang meminta kerjasama Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta dengan PT Jakarta Ekspress Trans (JET) ditinjau ulang. Namun, di sisi lain pemerintah menghormati kontrak perjanjian antar kedua organisasi tersebut yang berakhir hingga tahun 2011.

''Kalau memang ada alasan yang pas untuk memutus hubungan kerja sama antara BLU dengan PT JET, bisa saja hal itu dilakukan,'' ujar Sutiyoso di Jakarta, Selasa (18/9). Pernyataan Sutiyoso diungkapkan menjawab pertanyaan apakah pemerintah berani mengambil sikap tegas mengevaluasi kerjasama BLU dengan PT JET. Ini terkait penilaian kinerja PT JET sudah tidak profesional. ''Akan saya cek dulu bagaimana kerja sama itu,'' tambahnya.

Kepala BLU TransJakarta, Dradjad Adyaksa, mengatakan sangat mungkin kerja sama dengan PT JET bisa diakhiri. ''Tapi kontrak kami sampai 2011, jadi kalau berhenti atau tetap lanjut setelah tahun akhir kontrak,'' paparnya. Karena itu, lanjutnya, yang mungkin bisa dilakukan saat ini adalah mengevaluasi aturan dan kebijakan yang dimiliki PT JET terhadap pramudi (sopir) dan karyawan lain.

Tindakan PT JET memecat pramudi Pupud secara sepihak menyebabkan Komisi E DPRD DKI Jakarta berang dan menganggap keputusan itu sebagai bentuk kesewenang-wenangan terhadap para pramudi dan pegawai. Komisi E bahkan mengusulkan supaya Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mengkaji ulang kerjasama BLU dengan PT JET. Bahkan, sejumlah anggota Komisi E mendesak supaya kerjasama itu dicabut karena merugikan anggaran.

Sutiyoso juga menyayangkan tindakan PT JET yang gegabah memecat pramudi, Pupud Saripudin, hanya alasan melakukan tindakan menyalip tiga bus TransJakarta pada 20 Agustus 2007 lalu di sepanjang Halte Olimo menuju halte Harmoni (tujuan Blok M). ''Kalau cuma menyalip doang, nggak tepat dipecat. Mungkin perlu diberi peringatan dulu kecuali kalau sopirnya benar-benar brengsek,'' tutur Sutiyoso. [n zak] REPUBLIKA --

Read More...

Wednesday, September 12, 2007

22 pramudi mogok

Tindak Tegas Pengemudi Busway yang Brengsek
Penulis: Selamat Saragih

Gubernur DKI Sutiyoso minta kepada operator dan Badan Layanan Umum (BLU) Trans-Jakarta agar mengambil tindakan tegas, bahkan pemecatan bagi pengemudi busway yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik termasuk melakukan mogok kerja.

"Saya setengah mati membangun busway. Lowongan kerja tertutup jadi terbuka dan menerima maki-makian dari orang. Eh, sopirnya macam-macam. Pecat saja. Banyak orang antre mau jadi pengemudi busway," tegas Sutiyoso di Balai Kota DKI, Rabu (12/9).

Ia mengungkapkan hal ini menanggapi mogok 22 dari 225 sopir busway koridor I Blok M-Kota. Para sopir melakukan mogok sebagai bentuk solidaritas bagi rekan kerja mereka yang dipecat dan juga menuntut kenaikkan gaji.

Sutiyoso menyayangkan kenapa harus melakukan mogok kerja hanya untuk menyampaikan solidaritas terhadap rekannya dipecat. "Apakah teman mereka itu dipecat tanpa kesalahan. Tidak mungkin. Berarti sopir-sopir yang mogok sudah siap dipecat. Kalau soal tuntutan naik gaji 40% dari Rp1.050.000 gaji pokok, itu tergantung kemampuan keuangan PT Jakarta Ekspres Trans (JET) sebagai operator koridor I," ujar Sutiyoso.

Ia menambahkan, bagi pengemudi yang berprestasi sebaiknya diberikan penghargaan. Sebaliknya, berikan sanksi berat bagi sopir brengsek dan tidak berprestasi.

Menanggapi pernyataan Sutiyoso, Wakil Presdir PT JET Darius mengatakan belum bisa mengambil keputusan. Sebab, ada tiga kriteria pelanggaran di lingkup kerja operator yakni berat, sedang, dan ringan. Pelanggaran berat bisa dipecat. Tapi Darius mengaku belum tahu mogok apa masuk kategori berat.

"Nanti kita tanya dulu ke BLU Trans-Jakarta, apakah mogok itu masuk klasifikasi pelanggaran berat," ujar Darius.

Ia juga setuju soal pemberian penghargaan bagi pengemudi berprestasi. "Kita bicarakan nanti, karena ada sistem, aturan, dan ikatan mengenai apa yang boleh dan tidak," jelasnya. (Ssr/OL-06) MEDIA INDONESIA:

Pramudi TransJakarta Jurusan Blok M-Kota Berdemo

Bus TransJakarta koridor I jurusan Blok M-Kota, kemarin sore (12/9) mulai pukul 15.30 WIB berangsur normal. Sebelumnya sempat tersendat lantaran para pramudi melakukan aksi demo terkait adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) salah satu rekan mereka.

Manajer Operasional Badan Layanan Umum TransJakarta, Rene Nunumete, mengatakan aksi demo sempat terjadi pada pukul 13.00-14.00 WIB sehingga operasional koridor I selama beberapa lama agak terganggu. "Saat ini sudah berangsur normal dan kami juga mengerahkan bantuan dari koridor II dan koridor III," kata Rene.

Dia membenarkan informasi tentang alasan keberatan pramudi atas keputusan PT Jakarta Ekspres Trans (JET) yang memberhentikan pramudi bernama Puput (50) dengan alasan indisipliner.

Manajer Operasional PT JET, M Hutabarat, mengatakan Puput diberhentikan karena tidak memenuhi standar operasional pelayanan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. "Kami sudah menetapkan adanya standar operasional untuk peningkatan pelayanan transportasi namun yang bersangkutan tidak memenuhi itu antara lain dengan menunjukkan cara mengemudi yang ugal-ugalan. Kami sudah berikan surat peringatan hingga akhirnya surat PHK," kata dia. Meski demikian, Hutabarat menambahkan saat ini permasalahan itu sedang dinegosiasikan antara pengemudi dan perusahaan untuk dicarikan solusi yang terbaik.

Koridor I TransJakarta yang menghubungkan terminal Blok M dengan Stasiun Kota mulai beroperasi sejak tahun 2004, disokong dengan 91 unit armada bus dan 225 pramudi.

Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan tetap melaksanakan pembangunan busway koridor 8 jurusan Lebak Bulus-Harmoni. Walaupun masih terjadi pro-kontra dengan sebagian warga Pondok Indah, Dishub DKI merencanakan akan mulai membangun tiga koridor baru termasuk koridor 8 pada akhir bulan ini.

"Pembangunan tiga koridor baru akan mulai dilaksanakan pada akhir September ini," kata Wakil Kepala Dishub DKI, Udar Pristono, Selasa (11/9). Dishub DKI merencanakan ketiga koridor baru yang akan menggenapi koridor TransJakarta yang ada dan sudah dapat dioperasikan pada awal 2008. Dengan demikian di Jakarta terdapat 10 koridor TransJakarta.
(ant/bud )REPUBLIKA

Read More...

Friday, July 27, 2007

Hotspot di Dukuh Atas

Gubernur Sutiyoso kemarin meresmikan hotspot di halte Dukuh Atas2 (halte transit koridor 1 dan 4). Dengan hadirnya layanan hotspot, calon penumpang Transjakarta kini dapat menggunakan akses internet secara cuma-cuma.

Diinformasikan bahwa layanan ini tidak menggunakan dana pemerintah daerah melainkan merupakan bantuan dari provider penyedia jasa internet, U|NET dari PT Sistelindo Mitralintas. Akses cuma-cuma yang hanya berlangsung satu tahun ini bisa dimanfaatkan masyarakat umum dalam radius hingga 30 meter dari halte Dukuh Atas2.

Selain fasilitas hotspot, juga tersedia dua perangkat komputer untuk mengakses internet. Halte DukuhAtas2 dipilih sebagai proyek percontohan karena lokasinya di area pusat bisnis, di mana mampir sekitar 2.000 pengguna Transjakarta yang sebagian besar familiar dengan teknologi. Halte ini juga merupakan pertemuan jalur busway dan waterway. [foto: www.okezone.com]

Read More...

Thursday, July 19, 2007

Operator koridor 1

PT. Jakarta Express TransJakarta (JET) untuk koridor I
Jumlah ideal unit bus mencapai 130 unit, baru terealisir 91 unit.

PT JET ditunjuk sebagai perusahaan outsourcing (yang bertanggung jawab menyediakan pramudi, mekanik) untuk Koridor I (Blok M-Kota), merupakan gabungan dari lima perusahaan: PT Mayasari Bhakti, PT Bianglala, PT PPD, PT Steady Safe, dan PT Pahala Kencana.

Presiden Direktur Bubung Burhana
Wakil Presiden Direktur Darius Djana
Direktur Operasional, Umum dan Keuangan, Ibnu Susanto

Saat ini, jumlah pengemudi bus TransJakarta koridor I sebanyak 230 orang dan mereka dibagi dalam dua shift kerja untuk mengemudikan 82 armada. Berdasar slip gaji bulan Juli 2007, total gaji pramudi TransJakarta sebesar Rp 1.050.000.

Read More...

Monday, July 16, 2007

Busgandeng bulan Agustus?


Ini bukan bus gandeng TransJakarta, melainkan bus gandeng di Kanton, Cina.
Menurut Nurrachman, Kepala Dinas Perhubungan, bus gandeng akan mulai dioperasikan bulan Agustus nanti di koridor V, Ancol-Kampung Melayu. Setelah itu akan diterapkan di koridor I, Blok M-Kota. Kapasitas: 160-170 duduk, 40 berdiri.

Dikatakan bus-bus itu kini sedang menunggu Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dari Polda Metro Jaya.

Sepintar-pintarnya warga Jakarta, tetap perlu sedikit panduan untuk segala hal yang baru. Fotonya saja sulit didapat. Perlukah merekrut Public Relation Officer yang handal?


Yang ini adalah busgandeng yang beroperasi di Prancis. Produk Mercedes Benz model Citaro G, berbahan bakar gas dengan mesin Mercedes-Benz M 447 hLAG. Model untuk gambar judul blog ini, hanya sekedar ungkapan suatu harapan.

Bus-Way adalah sistem BRT di Nantes, Prancis (ga meributkan masalah arti bus dan arti way —seperti kereta dan api) , hanya satu koridor —koridor 4— dan 20 bus Citaro, mulai beroperasi sejak Nopember 2006. Koridor 4 panjangnya 8 kilometer dengan 15 halte, dari Nantes ke Porte de Vertou. Setiap harinya digunakan oleh sekitar 25.000 penumpang.

Busgandeng Citaro sepanjang 18 meter ini dicat iridium silver bergaris hitam dan kuning. Profilnya terinspirasi bentuk trem, panel di sisinya melewati atap untuk menutupi tanki gas. Di dalam ada enam kamera memantau pintu masuk, pintu keluar, area kursi roda dan interior secara keseluruhan. Juga ada empat denah rute Bus-Way, monitor 15 inci dan LED panel untuk iklan dan berita.
Ruang pramudi dan pintunya terisolasi dari area penumpang. Penumpang yang tidak memperoleh tempat duduk tidak akan bergelayutan, melainkan berpegang pada tiang-tiang yang ada di sandaran kursi.

Bus-Way Citaro bermesin Mercedes-Benz M 447 hLAG, dengan output 240 kW (326 tenaga kuda). Bahan bakarnya compressed natural gas (CNG), disimpan dalam tekanan 200 bar di delapan tanki yang terletak di atap, kapasitas 1.520 liter – cukup untuk sepanjang hari. Persneling otomatis dengan enam kecepatan.

Ini denah BusWay Nantes, ada empat fasilitas Park and Ride, tempat menitipkan mobil dan melanjutkan perjalan dengan bus. Ada empat belokan yang cukup merepotkan untuk busgandeng. Sabda nabi: bisa karena biasa.

Read More...

Saturday, May 12, 2007

Tidak nyaman

Pada hari Senin (30/4) yang lalu, saya berbelanja di ITC Roxy. Setelah selesai, sekitar pukul 16.30 WIB saya pulang. Biasanya langsung naik Kopami 12 ke arah Senen kemudian dilanjutkan ke arah Lebakbulus dan turun di Buncit Raya

Untuk menghindari kemacetan, saya menggunakan jasa busway dari Jelambar dengan maksud agar dapat pulang lebih cepat walaupun harus berganti-ganti bus dan menempuh jarak yang agak jauh. Dari halte Jelambar saya begitu menikmati perjalanan sampai Harmoni. Begitu turun dan ketika akan menaiki busway yang ke arah Blok M saya harus mengikuti antrean yang begitu panjang dan dorongan dari belakang ketika busway berhenti.

Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya saya dapat menaiki busway ke arah Blok M dengan berdiri dan turun di dukuh atas. Saya menghadapi masalah yang sama, harus antre berdesakan, menunggu lama, dan naik berdiri busway jurusan Pulau Gadung.

Kejadian tidak nyaman terus saya alami sampai di Pecenongan. Ketika hendak turun dan melanjutkan ke arah Ragunan, halte sudah penuh dan saya turun berdesakan dengan penumpang lain menuju arah yang sama. Setelah menunggu setengah jam, busway koridor VI yang saya tunggu tidak kunjung tiba.

Kemudian busway datang tepat behenti pada pintu yang telah dipenuhi penumpang yang akan naik, akibatnya penumpang yang akan turun tidak dapat turun karena tertahan oleh penuhnya penumpang yang antre akan naik. Hal ini membuat suasana gaduh dan keributan layaknya di pasar. Sekitar satu jam kemudian saya baru dapat menaiki busway berdesakan, berdiri, dan dengan gaya sopir lintas trans sumatera yang ngebut dan selalu ngerem mendadak.
Saya harap pihak busway memperhatikan aspek kenyamanan penumpang, sehingga kejadian ini tidak saya alami lagi.

Gozali
Jl Warung Jati RT 03/09
Kalibata, Pancoran
Jakarta Selatan 12790
Republika Online

Read More...

Friday, May 11, 2007

Halte dan mall

Mall di Jakarta
Mall atau mal?. Sebut saja disini mall. Mall = Plaza.
Pernah singgah ke berbagai mall di Jakarta? Deretan mall tersebut ada di sepanjang perhentian Halte busway. Disini saya sebutkan beberapa: Mall Plaza Indonesia, Mall Senayan City, Plaza Senayan, STC Senayan, Sarinah Plaza, Ratu Plaza, Mall Semanggi, Ex Plaza, Pondok Indah Mall, Blok M Plaza. Semua tempat tersebut pernah saya kunjungi. Sometimes I have lunch at those mall.

Bagaimana tidak masyarakat Jakarta menjadi hobby shopping, naiklah dari halte busway Stasiun Kota, lalu berhenti di Halte Sarinah anda langsung dapat menuju Sarinah Plaza, Halte Bendungan Hilir ada Plaza Semanggi, Halte Bunderan Hotel Indonesia ada Plaza Indonesia dan Ex Plaza, Halte Blok M ada Blok M Plaza, Halte Bunderan Senayan ada Senayan City dan Plaza Senayan. Sangat mudah untuk mencapainya bukan? [foto: BauIng]

[more]

Read More...

Sunday, December 10, 2006

Tiga tahun kemudian

Upaya Merawat Fasilitas Busway Masih Minim

Seorang perempuan hendak melintas. Ia harus berhati-hati. Alisnya mengerenyit. Kakinya dijulurkan untuk mengira-ngira apakah jangkauannya cukup untuk menyeberangi jembatan penyeberangan orang (JPO) yang rangkaiannya kehilangan satu lempengan. Setelah berhasil menapakkan kakinya ke lempengan berikutnya perempuan itu menarik napas. Lega rasanya.

"Takut juga harus melewati jembatan yang bolong," ujar perempuan itu. Ibu Hasan namanya. "Tapi bagaimana lagi, naik busway menghemat waktu dibanding naik bus biasa."

JPO yang menghubungkan halte busway dengan penumpang setiap hari dilewati banyak orang. Namun, terkadang penumpang busway harus bersabar dan berhati-hati, seperti Ibu Hasan. Tidak hanya kerap kehilangan lempengan untuk melintas di tangga, tapi kondisi fisik jembatan yang tidak bersih juga menjadi bagian dari aktivitas ber-busway.

Setelah hampir dua tahun beroperasi, yakni sejak bus TransJakarta berjalan pada 15 Januari 2004, keindahan jembatan dan halte busway berkurang. Di Halte Bendungan Hilir misalnya, lempengannya mulai melengkung. Cat warna perak yang membalut pegangan jembatan pudar hingga memperlihatkan warna asli kerangka fisik jembatan.

Halte busway lain yang juga tampak kumuh adalah Sarinah. Di halte ini bahkan terdapat fasilitas lift untuk mempermudah perjalanan penumpang yang sudah berumur atau memiliki keterbatasan fisik. Sayangnya, lift itu lebih banyak terlihat tidak berfungsi.

Tulus Abadi, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, mengatakan sudah pernah mengingatkan Dinas Perhubungan untuk terus melakukan perawatan secara berkelanjutan terhadap sarana dan prasarana busway. Penumpang berada dalam kondisi yang berbahaya apabila salah satu bagian dari sarana atau prasarana itu tidak berfungsi optimal.

Menurut Tulus, perawatan yang tidak dilakukan secara berkala bukan karena anggaran yang kurang atau tidak ada. Tapi lebih karena faktor karakter birokrasi pejabat publik Indonesia yang belum baik. "Jadi cuma semangat di awal tapi kemudian merosot," ujar dia.

Ia mengatakan kultur pelayanan publik oleh dinas dan pengelola busway lemah. Mereka, sambungnya, tidak memiliki visi melayani konsumen dengan sempurna. Pejabat publik di Indonesia belum terbiasa mengelola utilitas umum. Selain itu, lanjut Tulus, kendurnya semangat mengelola busway terjadi karena ada unsur proyek dalam pengerjaan angkutan umum tersebut.

Dinas terkait serta pengelola busway harus bekerjasama melakukan perawatan sarana dan prasarana. "Bisa jadi perawatan terhadap fasilitas lemah karena tidak ada pengawasan yang kuat," katanya.

Upaya merawat sarana dan prasarana busway tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pengelola. Pengguna pun memiliki tanggung jawab. Sayangnya semangat merawat sarana dan prasarana belum dimiliki konsumen.

Pengguna busway masih belum terbiasa dengan kultur baru yang tercipta dari adanya bus model baru di Indonesia ini. Kebiasaan untuk bertransportasi publik dengan perilaku yang lebih beradab belum terintegrasi dalam jiwa warga Jakarta .

"Mereka masih tidak sabar. Terburu-buru masuk ke dalam bus tanpa mempersilakan penumpang yang hendak keluar lebih dulu. Tapi ini kultur baru yang membutuhkan perubahan perilaku konsumen," tutur dia.

Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), F Trisbiantara, mengatakan kondisi sarana dan prasarana busway yang baru berusia hampir dua tahun tapi sudah `keropos' itu memang patut dipertanyakan. Menurut dia, pengecekan kesesuaian spesifikasi fisik barang diperlukan. "Apakah telah sesuai perjanjian pengerjaan dulu," katanya.

Lempengan jembatan penyeberangan orang menggunakan metode pemakuan mati. Bukan disekrup. "Justru itu bisa bolong. Kenapa?," tanya dia. Trisbiantara kemudian menyarankan dilakukannya audit teknis atas kesesuaian spesifikasi.

Namun, kondisi jembatan atau halte yang mulai tidak sesempurna ketika baru dibangun tidak luput dari faktor kondisi armada yang belum beroperasi 100 persen di koridor II dan III. Sehingga jumlah penumpang per satuan unit bus menumpuk. Akibatnya beban yang harus ditanggung halte otomatis jadi berlebihan. "Ini yang mengakibatkan kerusakan sebelum waktu."

Trisbiantara lantas mempertanyakan apakah faktor itu sudah diperhitungkan dan diantisipasi dalam membangun sarana dan prasarana. "Jangan menutup mata dari kemungkinan itu," sambung dia. Kemungkinan bahwa beban yang ditimbulkan akibat belum beroperasi secara penuh seluruh armada busway berpotensi merusak sarana dan prasarana sebelum waktunya.

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah pengerjaan proyek busway yang tergesa-gesa. (ind - republika)

Read More...

Friday, October 27, 2006

Lift halte Sarinah (2)

Setelah mangkrak lebih dari dua tahun, akhirnya lift di halte Busway Sarinah, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat berfungsi. Lift yang hanya ada di halte tersebut telah dibangun sejak tahun 2003 itu seharusnya berfungsi bersamaan dengan mulai dioperasikannya busway koridor I pada awal tahun 2004.

“Sudah difungsikan sejak bulan puasa, sekitar tanggal 13 Oktober,” tutur petugas halte busway, Nurochman kepada Tempo, Jumat (27/10). Ia menambahkan, sebelumnya lift juga sudah pernah berfungsi, hanya saja kadangkala mati karena gangguan tenaga listrik.

Menurut Nurochman, lift berukuran 2,5x2,5 meter itu diprioritaskan bagi penyandang cacat, ibu hamil, dan masyarakat yang berusia lanjut (manula). Namun, lanjutnya, masyarakat yang lain juga diperkenankan memanfaatkannya.

Seperti hari ini, seorang perempuan muda tampak masuk ke dalam lift yang berada di bagian tengah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Ia kemudian keluar dari pintu lift yang terdapat di area halte busway. “Bagus, jadi lebih praktis, daripada harus berjalan,” kata Asri, 21 tahun.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman mengemukakan keberadaan lift tersebut adalah hasil kerjasama dengan pihak ke-tiga yakni pengiklan. Sebab biaya pembangunan, pengoperasian, dan perawatanlift cukup besar. “Tapi saya kurang tahu perusahaan apa,” katanya ketika dihubungi Tempo melalui telephon. [Indriani Dyah S - TEMPO] Foto: Kodok Ngerock

Read More...

Wednesday, April 19, 2006

Ketika Harmoni dibenahi

gara-gara halte harmoninya ga di beres-beresin
penumpang yg pengen pindah jalur jadi kusut dimana-mana :D

contohnya:

1. dari blok m ke kalideres, musti turun di halte sawah besar, trus ikut antrian lagi di pintu halte itu juga. (hati-hati bisa-bisa tabrakan dengan penumpang lain yg juga keluar masuk di pintu halte ini)

2. dari kalideres ke kota, sama juga turun & pindah bis di halte sawah besar.

3. dari kalideres ke blok m, turun di sawah besar, nyebrang sungai (masih satu halte sih), trus naek yg ke arah blok m

4. dari kota ke kalideres: turun di halte sawah besar, nyebrang sungai, naik bus yg ke kalideres

5. dari kota ke pulogadung: turun di monas, pidah ke bus yg arah pulogadung

6. dari pulogadung ke blok m: turun di monas, pindah ke bus yg arah blok m


dua perpindahan penumpang yg paling ruwet: dari pulogadung ke kota dan dari blok m ke pulogadung gw ceritain besok aja. dah ngantuk nih
slipi dulu deh :D

Read More...